MENTERI KOMINFO DIDAMPINGI PLT WALIKOTA MEDAN SERAHKAN BLSM DI KANTOR POS MEDAN

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia Ir H Tifatul Sembiring didampingi Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Sementara Mandiri (BLSM) tahap pertama kepada tiga orang warga Kota Medan di Kantor Pos Besar Medan, Sabtu (22/6) siang. BLSM ini diberikan sebagai kompensasi pemerintah untuk membantu dampak inflasi bagi warga miskin akibat pengurangan subsidi BBM menyusul dinaikkannya harga BBM terhitung, Sabtu (22/6), dini hari.

 

Begitu tiba di Kantor Pos Besar Medan, Menteri Kominfo langsung disambut Pelaksana Tugas Wali Kota Medan. Selanjutnya, Tifatul menemui salah seorang warga Kota Medan yang tengah menunggu pembagian BLSM di halaman samping Kantor Pos Besar Medan. Dengan komunikatif dan penuh kekeluargaan, Tifatul pun menyapa warga tersebut.

 

Pria bertopi dan berkumis itu mengaku tengah menunggu giliran untuk mendapatkan BLSM. Dia selanjutnya menunjukkan surat tanda penerima BLSM dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) kepada Tifatul. Setelah melihat surat dan KPS, Tifatul selanjutnya menyerahkan BLSM dari pegawai kantor Pos kepada pria tersebut. Dengan penuh suka cita, pria itu menerima BLSM sambil mengucapkan terima kasih.

 

Sebelum Tifatul datang, Eldin lebih dahulu menyerahkan BLSM kepada dua warga Kota Medan. Kedua warga tersebut sangat terharu sekali, terutama seorang diantaranya yang merupakan wanita tua berusia lanjut. Dia mengaku sangat bersyukur sekali dengan digulirkannya dana BLSM dari pemerintah tersebut. Dana itu sedikit banyak sangat membantunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menyusul naiknya harga-harga bahan kebutuhan akibat pemerintah menaikkan harga BBM.

 

Setelah itu Tifatul didampingi Eldin melihat proses pembayaran BLSM yang dilakukan pegawai Kantor Pos kepada masyarakat miskin. Dilanjutkan dengan peninjauan untuk melihat kesiapan Kantor Pos Medan dalam menyalurkan dana BLSM. Usai peninjauan, Tifatul kepada wartawan menjelaskan pembagian BLSM yang dilakukan ini sesuai dengan Program pendataan Perlindungan Solsial (PPLS) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2011. Jadi by name, by addres. Maka peluang salah sasaran atau penyimpangan BLSM semakin kecil, kata Tifatul.

 

Jika pun ada masalah seperti orangnya sudah meninggal ataupun pindah rumah, jelas Tifatul, datanya bisa di-update lagi. Namun jangan gara-gara ada masalah sedikit seperti itu, pembayaran BLSM jadi terlantar. Itu keliru menurut saya, sebab menjelang puasa ini masyarakat butuh semacam bantuan, terutama masyarakat miskin dan hampir miskin yang berjumlah 15 juta rumah tangga. Kalau orangnya berjumlah sekitar 65 juta jiwa, ungkapnya.

 

Selain BLSM, warga miskin juga akan mendapatkan tambahan bantuan melalui Bantuan Siswa Miskin (BSM). Untuk siswa miskin SD bantuannya sebesar 450 ribu rupiah setahun, SMP sebesar 750 ribu rupiah setahun dan SMA sederajatnya 1 juta rupiah setahun persiswa. Jika warga memiliki 4 anak yang sekolah, tentunya warga yang bersangkutan akan mendapat bantuan yang keempat-empatnya tersebut, jelasnya seraha berpesan kepada warga untuk menjaga kartu KPS jangan sampai hilang.

 

Terkait dengan pembagian BLSM di Kota Medan, Tifatul menilai sangat kondusif. Dia menjelaskan, tahap pertama BLSM yang diberikan dua bulan, setelah itu dilanjutkan dengan pembayaran tahap kedua usai Lebaran. Dia berharap penyelauran BLSM berlangsung lancar, sebab seluruh uang yang akan digulirkan telah disalurkan Menteri Keuangan kepada Kantor Pos. Kita harapkan akhir bulan ini, seluruh provinsi telah terjangkau BLSM, harapnya.

 

Sementara itu Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi berharap bantuan BLSM yang diberikan kepada masyarakat ini dapat membantu meringankan akibat dampak pengurangan subsidi BBM ini, terutama bagi warga kurang mampu sesuai dengan data yang telah diberikan BPS tersebut.

 

Bagi warga kurang mampu yang belum mendapatkan BLSM, Eldin mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan. Selanjutnya data itu akan diserahkan kembali kepada BPS. Dengan langkah yang dilakukan itu, dia berharap agar warga kurang mampu di Kota Medan seluruhnya mendapatkan bantuan BLSM tersebut.